Logo

Jaswinder Jaya Perkasa :: Laser Cutting :: Advertaising :: Balehoo :: Huruf Timbul :: Billboard

Perum Griya Sukarame 1, Blok B3 No. 1 Sukarame - Bandar Lampung

Reklame

img

Secara etimologi, kata "reklame" berasal dari bahasa Latin "reclamare" yang berarti "berteriak" atau "menyerukan kembali". Ini menggambarkan fungsi utamanya: "berteriak" untuk menarik perhatian publik terhadap suatu pesan.

Dalam konteks Indonesia, reklame sering diartikan sebagai segala bentuk kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan, menawarkan, atau mempromosikan barang, jasa, atau ide kepada masyarakat dengan menggunakan gambar dan kata-kata.

2. Tujuan Reklame
Memberi Informasi (Informing): Memperkenalkan produk, jasa, atau layanan baru kepada masyarakat.
Membujuk (Persuading): Mempengaruhi audiens untuk memilih, membeli, atau menggunakan yang diiklankan.
Mengingatkan (Reminding): Mengingatkan kembali masyarakat tentang suatu produk atau merek agar tetap dikenal.
Memberi Nilai Tambah (Adding Value): Membangun citra positif dan persepsi nilai yang lebih tinggi pada suatu merek.
Mendorong Tindakan (Assisting): Mendorong konsumen untuk melakukan tindakan tertentu, seperti membeli, menghubungi, atau mengunjungi.
3. Ciri-Ciri Reklame
Bersifat Komunikatif: Dapat menyampaikan pesan dengan baik kepada sasaran.
Bersifat Persuasif: Mengajak, membujuk, dan memengaruhi pembaca.
Bersifat Massal: Ditujukan untuk khalayak ramai, bukan individu.
Mudah Dimengerti: Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna.
Menarik Perhatian: Dirancang dengan komposisi warna, gambar, dan tipografi yang mencolok.
Jujur: Meski bersifat membujuk, informasi yang disampaikan harus benar dan tidak menyesatkan.
4. Jenis-Jenis Reklame
Reklame dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa faktor:

a. Berdasarkan Tujuannya:

Reklame Komersial: Bertujuan mencari keuntungan ekonomi (meningkatkan penjualan). Contoh: Iklan sabun, makanan, mobil.
Reklame Non-Komersial: Bertujuan sosial, bukan untuk keuntungan. Contoh: Iklan layanan masyarakat (bahaya narkoba, imunisasi, hemat listrik).
b. Berdasarkan Sifatnya:

Reklame Peringatan: Berisi peringatan. Contoh: "Awas! Tikungan Tajam."
Reklame Permintaan/Ajakan: Berisi ajakan. Contoh: "Ayo! Hidup Sehat dengan Olahraga."
Reklame Penerangan: Berisi penjelasan atau informasi. Contoh: Poster tentang cara pemilu.
c. Berdasarkan Medianya:

Reklame Visual: Hanya dapat dilihat.

Reklame Dalam Ruangan: Poster, brosur, katalog.
Reklame Luar Ruangan: Baliho, spanduk, papan nama, neon box, billboard.
Reklame Audio: Hanya dapat didengar. Contoh: Iklan di radio.
Reklame Audio-Visual: Dapat dilihat dan didengar. Contoh: Iklan di televisi, YouTube, dan bioskop.
5. Syarat-Syarat Reklame yang Baik (AIDCA Principle)
Sebuah reklame yang efektif biasanya memenuhi prinsip AIDCA:

Attention (Perhatian): Harus mampu menarik perhatian.
Interest (Minat): Menimbulkan minat dan rasa ingin tahu.
Desire (Keinginan): Membangkitkan keinginan untuk memiliki atau menggunakan.
Conviction (Keyakinan): Memberikan alasan dan meyakinkan audiens.
Action (Tindakan): Mendorong audiens untuk mengambil tindakan (misalnya, membeli).
6. Contoh-Contoh Reklame
Baliho/Billboard: Papan iklan besar di pinggir jalan tol atau persimpangan strategis.
Spanduk: Reklame berbentuk horizontal dari kain atau vinil, sering untuk event jangka pendek.
Poster: Reklame di kertas yang ditempel di dinding atau mading, berisi gambar dan tulisan.
Brosur & Leaflet: Selebaran yang berisi informasi detail tentang produk/jasa.
Iklan Televisi & Radio: Reklame audio-visual dan audio yang menjangkau khalayak luas.
Embaliho (Reklame Kendaraan): Iklan yang ditempel pada badan bus, angkot, atau mobil.
Kesimpulan:
Reklame adalah tulang punggung dunia pemasaran dan komunikasi. Ia hadir dalam berbagai bentuk dan media dengan satu tujuan utama: menyampaikan pesan secara efektif untuk memengaruhi pikiran dan perilaku khalayak sasaran.

Konsultasi Gratis? Hubungi Kami Sekarang!

Call / WA Untuk info Detail 0821-86400244
Hubungi Kami
shape